×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 986

Berawal dari kebiasaannya meminum jamu ramuan sang ibu di kampung halamannya, Pemalang, Jawa Tengah, Muhammad Luqni Baihaki merasa kesulitan mencari tumbuhan obat di wilayah perkotaan tempatnya kini tinggal. Apalagi, ketika ia mengalami kondisi sakit.

Ketika berada di kota Depok, tempat ia tinggal dan menuntut ilmu di kampus STT NF, ia merasa kesulitan mencari bahan obat dari tumbuh-tumbuhan yang biasa dikonsumsi untuk terapi alami. Akhirnya, ia terpaksa mengkonsumsi “obat warung” dan berdampak kurang baik bagi tubuhnya yang terbiasa menggunakan obat herbal. Karena itu, ia berinisiatif untuk mencari solusi terhadap masalah tersebut.

Bersama dua orang rekannya sesama Mahasiswa STT NF, yaitu Atmam dan Hasna Mujahidah, ia mendirikan sebuah tim yang dinamakan El-Fatih. Tim itu membuat aplikasi atau software mobile yang berguna bagi masyarakat. Untuk memecahkan masalah yang dialami Luqni di perkotaan yang kesulitan mencari tanaman obat akhirnya mereka sepakat membuat aplikasi mobile berupa forum berbagai info mengenai tumbuhan obat. Selain itu, bisa juga forum donasi berupa tanaman yang bisa siapa saja mengambilnya secara gratis.

Aplikasi tersebut diberi nama Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Saat ini aplikasi TOGA sedang dalam proses penyelesaian akhir untuk diikutkan pada lomba Depok ICT Award (Depicta). Selain membuat aplikasi TOGA, tim El-Fatih juga mempunyai proyek game edukasi. Karya perdana mereka adalah game edukasi matematika bernama Triangle Run. Permainan ini dibuat mirip dengan game serupa yang lebih dulu hadir, yaitu Temple Run. Namun El-Fatih menyisipkan sisi edukasi berupa pertanyaan soal matematika yang harus dijawab dengan cepat oleh si pemain untuk mendapatkan power.

Game kedua juga memiliki unsur pendidikan. Mereka membuat aplikasi memperkenalkan sejarah tentang penemu konsep pesawat terbang pertama yaitu Abbas ibn Firnas. Karena itu, game atraktif diberi nama Fly Abbas.

“Rencana ke depan, kami ingin membuat aplikasi yang berguna bagi masyarakat luas. Harapan kami, semoga El-Fatih dapat menjadi sebuah startup yang besar dan mampu menghasilkan karya-karya hebat,” tutur Atmam sebagai Team leader El-Fatih. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %22 %159 %2016 %02:%Agu

Mahasiswa STT NF Jadi Finalis Duta Bahasa

Indonesia memiliki lebih dari 746 bahasa daerah dari banyak suku dan budaya yang ada. Hal itu menjadi sebuah keunikan tersendiri, karena dalam satu wilayah bisa terdapat berbagai macam bahasa. Pada dasarnya Indonesia merupakan gabungan dari beragam suku yang dulu disebut Nusantara. Sumpah Palapa dari Gadjah Mada, Mahapatih Kerajaan Majapahit, telah mempersatukan wilayah Nusantara.

Kemudian pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai organisasi bergabung dan mengeluarkan Sumpah Pemuda. Salah satu isinya adalah bersumpah, menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Bukan tanpa alasan masuknya bahasa dalam isi Sumpah Pemuda, karena menjadi unsur penting yang mempersatukan bangsa Indonesia. Saat itu, bahasa Melayu merupakan bahasa pergaulan yang digunakan untuk berkomunikasi oleh seluruh masyarakat.

Di era sekarang, kala maraknya gempuran budaya asing dan mulai terciptanya bahasa-bahasa “slang” atau disebut juga bahasa “gaul”, maka dirasa perlu untuk menjaga keutuhan bahasa nasional agar tetap lestari. Bukan hal yang tabu, bila saat ini sebagian warga Indonesia lebih senang menggunakan bahasa asing dan bahasa gaul ketimbang bahasa nasional ataupun bahasa daerah. Kecintaan berbahasa nasional dan daerah harus terus ditumbuhkan. Oleh sebab itu, Badan Bahasa Kemendikbud mengadakan pemilihan Duta Bahasa untuk menarik minat masyarakat menggunakan bahasa nasional dan bahasa daerah.

Pemilihan dimulai dari tingkat provinsi, lalu diambil satu pasangan (Putra-Putri) untuk mewakili daerahnya ke tingkat nasional. Salah seorang mahasiswa STT NF angkatan 2012, Muhammad Adnan Al-Ghifari berhasil lolos ke final pemilihan Duta Bahasa tingkat Provinsi DKI Jakarta. Adnan lolos menjadi finalis setelah mengikuti tahap seleksi yang mewajibkan para peserta untuk menuliskan sebuah esai dengan tema yang sudah diberikan juri secara spontan pada saat seleksi. Setelah esai dinyatakan lulus, Adnan harus mengikuti tahap wawancara dan tes lisan di depan juri.

Adnan pernah menjadi finalis pemilihan Abang-Mpok Depok tahun 2014 dan menjadi Juara 2 Abang Buku Jakarta Selatan, serta finalis Abang-Mpok Buku tahun 2015 tingkat provinsi DKI Jakarta. “Saya ingin memberikan sesuatu yang berguna kepada bangsa dan masyarakat. Oleh karena itu, saya mengikuti kegiatan pemilihan yang program kerjanya berupa pelayanan dan pengabdian pada masyarakat,” ujar Adnan. Dalam kompetisi Abang Buku, Adnan ikut mengkampanyekan gerakan membaca. Demikian pula, untuk Duta Bahasa, Adnan dapat berkontribusi untuk melestarikan bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

“Ragam bahasa di Indonesia sangat banyak jumlahnya, ada yang terdata hingga ada juga yang tidak masuk dalam data. Menurut penelitian yang dilakukan oleh LIPI, bahasa daerah di Indonesia semakin lama semakin menyusut. Itu disebabkan semakin berkurangnya penutur bahasa di daerah tersebut,” ungkap Adnan. Berkurangnya penutur bahasa disebabkan lambatnya regenerasi karena penutur bahasa yang ada kebanyakan merupakan orang-orang yang sudah berusia lanjut. Maka, Duta Bahasa dituntut untuk terus berkampanye tentang pentingnya berbahasa demi menjaga kelestarian bahasa nasional dan daerah. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Pojok Mahasiswa

Tim Andara Tech yang mewakili STT NF pada ajang GEMASTIK ke-9 di Universitas Indonesia berhasil melalui seleksi tahap pertama dan berhak melaju ke tahap selanjutnya untuk memperebutkan tiket final. Andara Tech berlomba pada kategori Pengembangan Bisnis TIK dengan mengajukan karya, “YUCLEAN: Memberi Solusi Kesejahteraan Masyarakat”. Yuclean merupakan nama aplikasi buatan tim Andara Tech untuk membantu pengelolaan administrasi Bank Sampah.

Pada tahap pertama seluruh tim yang ikut pada kategori ini diwajibkan mengajukan ringkasan proposal (executive summary) agar dinilai tim juri. Selanjutnya, di tahap kedua nanti tim juri meminta tim yang lolos untuk mengajukan proposal Bussines Plan dan video Presentasi penggunaan aplikasi. Dari sekian banyak tim yang mengajukan proposal tahap pertama, dipilih 30 tim yang berhak melaju ke tahap kedua dan salah satunya Andara Tech dari STT NF yang harus bersaing dengan 29 kontestan dari Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Di final nanti akan bertahan 10 tim terpilih untuk memperebutkan gelar juara pada kategori ini.

Batas akhir pengumpulan proposal dan video pada tahap kedua yakni tanggal 22 Agustus 2016. Sedang pengumuman lolos ke final tanggal 5 September 2016 dan final akan dilaksanakan pada 22-24 September 2016 di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Suranto sebagai Team Leader Andara Tech mengaku tak gentar melihat kompetitor yang berasal dari PTN maupun kampus swasta lain yang memiliki nama besar. “Kami tim Andara Tech tidak sedikitpun gentar untuk menghadapi para pesaing dalam kompetisi ini. Dengan keyakinan bahwa karya yang kami buat bisa diterima dan dapat berguna bagi masyarakat. Kami yakin bisa memberikan yang terbaik dalam kompetisi kali ini,” ujar Suranto penuh semangat. “Jika kemungkinan terburuk tim kami tidak lolos ke final, maka proyek ini akan terus berjalan dan kami kembangkan, sehingga nantinya bisa dilepas di pasar aplikasi.”

Muhammad Abdul Karim, salah satu personil tim Andara Tech, mendukung pernyataan Suranto. “Jika melihat deretan tim peserta yang lolos ke tahap kedua, sudah jelas bahwa pesaing kami tidak bisa dianggap remeh. Mereka berasal dari PTN dan PTS yang memiliki nama besar. STT NF merupakan kampus baru, mahasiswanya mampu bersaing dengan mereka dalam event berskala nasional,” ungkat Karim. “Sungguh pengalaman luar biasa bahwa STT NF tidak kalah dengan kampus-kampus ternama lainnya. Tidak salah rasanya, saya memilih kuliah di STT NF.” Semoga Tim Andara Tech dan tim lain bisa berprestasi dan memberikan yang terbaik untuk kampus tercinta STT NF. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %03 %430 %2016 %09:%Agu

Mahasiswa STT NF Menjadi Teknopreneur

Dalam era persaingan saat ini mahasiswa STT NF harus melengkapi diri dengan kemampuan berbisnis. Dengan begitu, hasil inovasi dapat berkembang luas dan bermanfaat bagi orang banyak. Kombinasi antara kemampuan di bidang teknologi dan wirausaha kerap disebut sebagai technopreneurship.

Di lingkungan kampus STT NF, ada beberapa mahasiswa yang sudah memulai langkah menjadi seorang technopreneur dengan membuat startup, jasa pembuatan dan maintenance website, membuka toko online, menjadi internet marketer. Ada pula yang membuka warung internet dengan sistem koperasi, sehingga labanya pun nanti dibagi-bagi secara merata.

Saat ini konsumen memang membutuhkan banyak industri jasa teknologi. Hal itu menjadi peluang mahasiwa teknologi informasi. Namun, menjadi teknopreneur juga harus berani menghadapi kendala modal, tempat, dan dukungan dari pemerintah

Banyak orang takut menjadi teknopreneur karena takut gagal. Memang untuk menjadi seorang teknopreneur tidak mudah dan tidak bisa diraih secara instan. Butuh proses, usaha dan kerja keras. Untuk itu, terdapat tiga hal dasar yang harus diperhatikan dalam memupuk jiwa technopreneurship.

1. Creative, masyarakat zaman ini sangat tertarik pada hal baru. Kreativitas dapat mempengaruhi pelanggan dengan produk atraktif.

2. Smart, seorang teknopreneur harus pintar memanfaatkan kesempatan yang ada. Kesempatan tidak datang dua kali, dan karena itu tidak boleh disia-siakan.

3. Never Give Up, seorang teknopreneur harus memiliki semangat pantang menyerah, karena kegagalan merupakan hal yang lumrah dalam bisnis. Tetapi, jangan menjadikan kegagalan sebagai kebiasaan, sehingga harus mampu memperbaiki kesalahan dan belajar dari pengalaman. Banyak orang sukses, sebelumnya pasti pernah merasakan kegagalan. Mereka belajar dari kegagalan tersebut dan tetap mencoba bangkit hingga sukses seperti sekarang.

Kunci technopreneurship adalah kreativitas. Dengan kreativitas tinggi, maka mental lama yang cenderung konvensional bagi wirausahawan akan berubah. Kreativitas bermain dengan imajinasi dan kemungkinan-kemungkinan, memimpin perubahan dengan ide-ide baru dan memberikan arti pada hubungan antara ide, orang dan lingkungan. Itu alasan STT NF menetapkan visi dan misi menjadi Technopreneur Campus. (Ady Mulyono)

Published in Artikel

STT NF kembali mengirimkan perwakilan untuk mengikuti ajang GEMASTIK 9. Pagelaran bergengsi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam memajukan TIK dan pemanfaatannya di Indonesia ini terbagi dalam sembilan kategori.

GEMASTIK 9 yang pada tahun ini mengambil tema "Enabling smart society through ICT", rencana akan digelar di Universitas Indonesia pada akhir September. Seperti tahun sebelumnya, STT NF kembali mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba berskala nasional itu.

Delegasi STT NF yang dikirim berjumlah lima tim, terbagi dalam empat kategori dari sembilan kategori yang diperlombakan. Untuk mempersiapkan diri, mahasiswa diberi pembekalan terkait hal teknis ketika mengikuti lomba tersebut.

Pada hari Senin (1/8) diadakan workshop Andorid Developer (Fundamental Discussion). Workshop yang akan berlangsung selama empat hari itu diperuntukan bagi seluruh Mahasiswa STT NF. Acara berlangsung di ruang laboratorium komputer, Kampus B STT NF.

Muh. Isfahani Ghiyath didaulat sebagai pemateri dalam workshop kali ini. Mahasiswa STT NF semester II dan CEO Daeng Apps itu membawakan materi Andorid Studio dengan penuh semangat. Paparannya jelas dan diskusi berlangsung penuh keakraban. Materi workshop sebagai berikut:

H1 : Pengenalan Android, Pengenalan Android Studio, membuat Hello World
H2 : Manifest Permission
H3 : Membuat Layout v1
H4 : Membuat Layout v2, Integrasi Layout
H5 : Pengenalan Dasar JSON dan Web Services
H6 : Parsing JSON

Indra Hermawan, selaku pembimbing tim GEMASTIK STT NF, mengatakan: “Workshop ini sengaja diadakan sebagai persiapan menghadapi lomba GEMASTIK 9. Mahasiswa STT NF pasti bisa berprestasi dalam perlombaan kali ini, karena ide yang dibawakan sangat bagus dan sesuai dengan tema Gemastik.” Namun, perlu kerja keras dan semangat dalam mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dipersiapkan panitia, jelas Indra.

Semoga para mahasiswa STT NF bisa meraih prestasi membanggakan dalam ajang GEMASTIK tingkat nasional. (Ismail Fakhri)

Published in Pojok Mahasiswa

Herpiko Dwi Aguno salah satu mahasiswa STT NF yang mampu berprestasi di tingkat nasional dengan menulis makalah yang terpilih dan akan ditampilkan pada Indonesia IT Security Conference (IDSECCONF) 2016 di Malang, Jawa Timur.

IDSECCONF merupakan kegiatan tahunan kerjasama Komite IDSECCONF dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, serta berbagai pihak terkait. Tujuan acara untuk memberikan pencerahan kepada khalayak umum, pelajar, mahasiswa, maupun kalangan profesional keamanan Teknologi Informasi khususnya, mengenai berbagai isu-isu keamanan TI terkini.

Makalah Herpiko berjudul “PKIWebSDK: Pustaka JavaScript untuk Aplikasi PKI Berbasis HTML5”, yang menelusuri Public Key Infrastructure (PKI).

Makalah itu membahas pustaka javascript untuk mempermudah pengembangan aplikasi berbasis PKI, termasuk di dalamnya dukungan enkripsi-dekripsi, penandatanganan dan validasi sertifikat digital, penandatanganan berkas PDF serta fungsi-fungsi dasar PKI lainnya.

Herpiko menjelaskan apa yang dimaksud PKI, “yaitu, cara untuk otentikasi, pengamanan data dan perangkat anti sangkal. Secara teknis, PKI adalah implementasi dari berbagai teknik kriptografi yang bertujuan untuk mengamankan data, memastikan keaslian data maupun pengirimnya dan mencegah penyangkalan.”

“Implementasi Public Key Infrastructur menjadi tumpuan penting dalam berbagai infrasturktur digital, seperti Sertifikat SSL. PKI dapat diterapkan pada berbagai sistem dan lingkungan, bahkan sebagai sistem untuk identitas warga negara. Akan tetapi, pemahaman dan penerapan PKI tidak terbilang mudah. Sudah ada beberapa aplikasi dan framework yang membantu implementasi PKI, namun belum ada SDK (System Development Kit) yang siap pakai dan tersedia untuk platform web,” ujar Herpiko.

“Antarmuka pemrograman WebCrypto di peramban juga belum dapat digunakan secara maksimal untuk PKI. PKIWebSDK menyediakan antar muka pemrograman yang siap pakai dan mudah untuk lingkungan pengembangan web dan aplikasi hybrid,” lanjutnya.

Menurut Herpiko, Pemerintah Indonesia lewat Kominfo masih berusaha keras mengimplementasikan PKI secara nasional melalui penjajakan kerjasama dengan Korea Selatan, antara lain mengadakan tranmisi pengetahuan, pelatihan, menyiapkan infrastruktur dan menyediakan perangkat lunak untuk mendukung percepatan PKI aware. Salah satunya adalah PKIWebSDK.

Ia menceritakan Pustaka PKIWebSDK dikerjakan dengan kolaborasi tertutup oleh tim Kodekreatif (kodekreatif.co.id) sebelum dilepas sebagai proyek perangkat lunak terbuka oleh Kominfo.

Karena IDSECCONF tahun ini bertema PKI, pustaka ini diajukan sebagai kajian utama untuk konferensi tersebut. Kodekreatif adalah unit usaha yang bergerak di bidang pengembangan perangkat lunak.

Kodekreatif biasa mengerjakan proyek yang rumit dan dalam tempo yang singkat. Kodekreatif terdiri dari kontributor-kontributor aktif di dunia open source Indonesia, mengerjakan beberapa proyek dengan memanfaatkan open source dan berkontribusi balik ke open source melalui sebagian atau keseluruhan dari proyek tersebut. Di tim Kodekreatif, Herpiko berperan sebagai pemrogram perangkat lunak. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Terlahir dengan nama Sani Zulviah, dara kelahiran Sukabumi tahun 1993, biasa disapa Sani oleh kawan-kawannya. Sebagai anak dari keluarga petani yang sederhana tidak membuatnya berkecil hati untuk meraih prestasi dan memiliki impian mengenyam pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sani kecil dikenal sebagai anak yang semangat dan aktif dalam belajar, sehingga banyak prestasi sudah ia raih sejak kecil. Sejak Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Kejuruan, namanya selalu masuk dalam deretan peringkat 3 terbaik.

Prestasi dan semangatnya terus membara hingga ia beranjak dewasa, meski di tengah keterbatasan ekonomi keluarga rasanya sulit untuk mewujudkan cita-citanya mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi mulai terbuka kala datang kesempatan untuk mengikuti program Beastudi Dhuafa Berprestasi di kampus STT NF. Program beastudi yang diberikan secara penuh untuk keluarga dhuafa ini memberi kesempatan bagi Sani mewujudkan impiannya menjadi seorang sarjana. Anak ketiga dari empat bersaudara ini memiliki harapan menjadi cahaya dalam keluarganya. Berbekal ilmu yang didapatkan dari kampus STT NF serta gelar sarjana yang dimilikinya, insya Allah dapat membantu upayanya meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan mendapatkan pekerjaan layak.

Kuliah di STT NF notabene jauh dari rumah keluarga, tidak membuat ia takut untuk menjalani kehidupan di kota. Jauh dari keluarga dan bersaing dengan mahasiswa lain membuat ia sadar, butuh kerja keras untuk mengarungi kehidupan demi meraih cita-cita. Semua itu ia lalui demi mewujudkan mimpi besar dalam hidupnya, yaitu belajar dan mengasah diri agar menjadi insan bermanfaat.

Saat menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berbagai organisai kemahasiswaan ataupun organisasi sosial di luar kampus. Puncaknya, ia terpilih sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa di tahun 2015 dan berhasil membawa perubahan signifikan di tubuh BEM STT NF dengan berbagai terobosan. Ia juga memiliki kelompok yang diberi nama D’Big, yaitu proyek penyadaran publik untuk mengelola sampah, hingga akhirnya menjadi juara 1 dalam kegiatan kepemimpinan LAMPP di kampus. Karena prestasi itu, ia sempat beberapa kali mendapat kesempatan diundang sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi pelestarian lingkungan.

Aktivitas padat sebagai aktivis organisasi tidak membuat ia lupa akan tanggungjawab utama sebagai mahasiswa. Sesulit apapun keadaan yang sedang dihadapi, ia berusaha untuk memprioritaskan kewajiban kuliah. Berkat kegigihan dan manajemen waktu yang luar biasa, Sani dapat menyelesaikan pendidikan di STT NF hanya dalam waktu 3,5 tahun (7 semester).

Di sela kesibukannya menyelesaikan skripsi, ia masih aktif menjalani aktivitas sebagai Wakil Presiden BEM, bahkan dalam kurun dua pekan setelah sidang akhir skripsi, ia bisa menyelesaikan laporan pertanggungjawaban BEM STT NF 2015 di hadapan mahasiswa. Selain itu, ia aktif mengajar pada sebuah Taman Pendidikan Al Quran (TPA). Kesibukan yang ia jalani sejak kuliah tingkat awal untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan mengisi waktu luang.

Dengan segala kepadatan aktivitasnya, prestasi Sani di bidang akademik sangat memuaskan. Sejak semester awal hingga akhir perkuliahan selalu meraih IPK diatas 3.0 dan menuntaskan studi dengan predikat cumlaude. Beberapa hari pasca sidang yudisium, ia diterima bekerja di perpustakaan Universitas Muhammadiyah, Sukabumi. Sebagaimana cita-cita besar dalam hidupnya, ingin mengabdi dan bermanfaat dalam bidang pendidikan.

"Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari program Beastudi Dhuafa Berprestasi STT NF. Di STT NF saya ditempa berbagai ilmu dan keterampilan sebagai bekal masa depan. Harapan saya melalui program Beastudi, semoga akan terus lahir insan-insan berguna dan memiliki pondasi diri nan kuat, sehingga lebih siap dan mampu menjadikan Indonesia lebih baik," ujar Sani. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kisah dan Curhat

Gemastik atau Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam memajukan TIK dan pemanfaatannya di Indonesia.

Pada tahun 2016, Gemastik kembali diselenggarakan. Universitas Indonesia bertindak sebagai penyelenggara dan Fakultas Ilmu Komputer UI sebagai co-host. Ini merupakan tahun ke-9, sejak pertama kali diselenggrakan pada tahun 2007. Gemastik 9 mengusung tema "Enabling Smart Society through ICT". Acara puncak Gemastik 9 akan dilaksanakan pada tanggal 22-24 September 2016 di kampus UI, Depok. Rangkaian acara Gemastik 9 terdiri dari Perlombaan di bidang TIK, Seminar, Pameran hasil karya Finalis Gemastik 9 dan sponsor, serta Pentas Budaya dan Keseniaan.

Seperti tahun sebelumnya STT NF kembali mengirimkan perwakilan untuk mengikuti ajang lomba TIK berskala nasional ini. Delegasi STT NF yang dikirim berjumlah lima tim, terbagi dalam 4 kategori dari 9 kategori yang diperlombakan. Untuk mempersiapkan diri, mahasiswa diberi pembekalan terkait hal teknis ketika mengikuti lomba tersebut.

Kategori yang diikuti mahasiswa STT NF yakni Pengembangan Perangkat Lunak, Keamanan Jaringan dan Sistem Informasi, Pengembangan Bisnis TIK, dan Pengembangan Aplikasi Permainan. Tim STT NF dari tiap-tiap kategori sudah mempersiapkan dengan matang tentang apa yang akan diikutkan dalam lomba Gemastik. Seperti tim Sanggarcode yang digawangi oleh Isfahani pemenang INAICTA 2014. “Kami mengembangkan perangkat lunak Webbloker. Insya Allah, kami siap mengikuti lomba karena aplikasi yang diandalkan sudah selesai dibuat. Tinggal menguji dan memperbaiki sampai optimal,” ungkap Isfa.

Ada lagi tim Andara-Tech yang mengembangkan perangkat lunak pengelolaan managemen bank sampah yang diberi nama Yuclean, sedang proses pembuatan aplikasi. Beberapa tim lain juga sudah mempersiapkan karyanya bersama pembimbing yang selalu memberi masukan, agar bisa tampil maksimal pada kompetisi nanti.

Tahun lalu, pada gelaran Gemastik 8 yang diselenggarakn di UGM Yogyakarta, mahasiswa STT NF juga mengirim beberapa tim dari kategori yang diperlombakan. Tim Benang yang mewakili STT NF berhasil melaju ke babak final pada kategori pengembangan aplikasi permainan. Saat ini, dengan banyaknya tim yang dikirim diharapkan bisa menyamai prestasi tim Benang atau bahkan meraih prestasi lebih baik.

Bukan hal mustahil, jika harapan itu dibebankan pada delegasi STT NF di Gemastik 9. Mmengingat persiapan tim tahun ini lebih matang dibandingkan tahun lalu. Indra Hermawan, selaku pembimbing tim Andara-Tech berpendapat, “Mahasiswa STT NF pasti bisa berbicara banyak dalam perlombaan kali ini, karena ide yang dibawakan sangat bagus dan sesuai dengan tema Gemastik. Perlu kerja keras dan semangat dalam mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dilakukan panitia.” Seluruh sivitas akademika STT NF mendukung para mahasiswa agar meraih prestasi yang membanggakan.(Suranto)

Published in Kegiatan Kampus

Meski sudah memasuki waktu libur kuliah, mahasiswa STT NF tetap produktif, antara lain persiapan mengikuti Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik). Kompetisi itu akan diadakan di Universitas Indonesia pada bulan September 2016, tapi pendaftaran peserta ditutup awal Juli 2016.

Mahasiswa STT NF bersiap mengikuti ajang Gemastik yang sudah dilaksanakan ke-9 kali. Ada enam tim mahasiswa STT NF yang akan mengikuti lomba pada beberapa kategori: Tim Sanggar Code (Muhammad Isfahani dan Irvan Fathul Huda) untuk pengembangan perangkat lunak, Andara-tech (Muhammad Abdul Karim dan Suranto) untuk pengembangan perangkat lunak, Al Fatih (Hamdan Ainul, Hasna Mujahidah dan Muhammad Luqni) untuk pengembagan aplikasi permainan, Andara-tech (Suranto dan Abdul Karim) ikut pengembangan bisnis TIK juga, Fast Alliance Team (Ananda Putra, Kusnadi dan Aufa Billah) untuk keamanan jaringan dan sistem informasi, serta Herpiko Dwi Angguno untuk kategori piranti cerdas.

Salah satu calon peserta adalah Muhammad Isfahani Ghiyath yang pernah menjadi pemenang INAICTA di tahun 2014 dalam kategori Aplikasi. Selain itu, Isfa juga meraih Juara 1 Merit bersama peserta asal Pakistan dalam ajang Asia Pasific ICT Award (APICTA). Ia berhasil menyabet penghargaan di INAICTA dan APICTA berkat program antivirus buatannya yang diberi nama Spensav.

Tahun 2014 Isfa ikut untuk membawa nama sekolahnya SMK Al Muhajirin, Depok. Kali ini ia akan membawa nama kampus STT NF, tempatnya mendapatkan beastudi berprestasi. STT NF mencanangkan diri sebagai Technopreneur Campus mendukung langkah Isfa untuk mengikuti ajang INAICTA 2016 dan berharap ia bisa meraih prestasi lebih baik.

Semula Isfahani akan mengikuti INAICTA, tapi tahun ini tampaknya tidak diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo. Isfa sudah menyiapkan aplikasi WeBlocker untuk memantau aktivitas anak saat berselancar di internet. Aplikasi ini nantinya akan dipasang pada laptop atau PC, lalu ketika ada yang menggunakan internet dengan keyword yang sudah ditandai, maka akan muncul notifikasi segera ke smartphone pengguna. "Para orangtua pengguna bisa memantau anaknya yang mengakses internet secara realtime," ujar Isfa, mengungkap keunggulan aplikasinya.

Saat ini aplikasi desktop WeBlocker sudah selesai pengerjaannya dan bisa digunakan. Isfa sedang mengerjakan aplikasi versi mobile menggunakan Android. Demi menunjang pengetahuan Isfahani mengenai perangkat Android, STT NF memberikan kesempatan Isfa belajar lebih dalam lagi di Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi STT NF (LP3 STT NF). LP3 merupakan salah satu unit bisnis STT NF. Ketua STT NF Drs. Rusmanto, MM mendukung mahasiswa berprestasi dengan menjanjikan akan menyediakan server untuk aplikasi WeBlocker buatan Isfahani.

Isfa menceritakan awal mula pembuatan aplikasi WeBlocker. "Berawal dari masa PKL di kantor Kominfo Pusat. Pak Menteri saat itu (Ir. Tifatul Sembiring) beserta Staf (Dr. Rudi Lumanto) meminta saya untuk membuat sebuah aplikasi proteksi internet demi mendukung program #InternetSehat di Indonesia," ungkap Isfa. Dari situ ia terpikir untuk membuat aplikasi yang bisa digunakan di sistem android dan bisa dilepas ke masyarakat. "Karena proyek seperti ini membutuhkan biaya cukup besar, saya berharap dengan diikutkan pada Gemastik 2016. Siapa tahu, ada sponsor atau investor yang mau berkontribusi."

Mahasiswa asal Makasar yang berdomisili di Kota Depok itu juga memiliki startup yang diberi nama DaengApps. Isfa membuat beberapa karya yang sudah digunakan oleh lembaga pemerintahan maupun swasta. Harapan terbesarnya adalah mendapat penghargaan di berbagai kompetisi dan bisa mengharumkan nama kampus STT NF, serta mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Pembangunan terus dilakukan untuk mencapai kemajuan suatu negara. Sebagian program pembangunan berupa pembangunan infrastruktur publik seperti sarana jalan dan pembangkit listrik. Karena banyaknya jenis infrastruktur yang akan dibangun, maka menjadi perhatian para pengusaha dan pemerintah untuk berkolaborasi menangani kesenjangan publik dengan investasi yang akan tumbuh di seluruh pelosok negeri. Hal itu akan mempercepat perbaikan aset yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Proses pembangunan yang terus berlanjut membutuhkan pekerja atau sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan kompeten di bidangnya. Hal itu masih kurang mendapat perhatian para pembangun, karena masih ada pekerja yang ikut membangun, tapi belum memiliki kompetensi maksimal. Bahkan, terdapat beberapa bidang pekerjaan yang kosong karena kurangnya SDM memada.

Menjadi pertanyaan besar, bagaimana seorang pekerja dapat mengembangkan keterampilan untuk mengisi celah kosong. Dari berbagai sumber sudah diketahui bidang apa saja yang kosong dan perlu ditangani oleh SDM berkompetensi dan menguasasi teknologi yang tersedia.

Setiap pekerjaan membutuhkan pengetahuan dan keterampilan di bidang yang sesuai. Dan juga sudah diketahui bagaimana mereka dapat memiliki keterampilan yang tahan lama dan dapat menjadi ahli seperti operator perawatan pabrik air, konduktor kereta api, atau foto voltanik solar, dimana pekerjaan di bidang tersebut melebihi pengetahuan bangunan dan konstruksi cukup luas. Berbagai dinamika pasar dapat ditemui untuk industri yang dapat menciptakan keakraban dan disiplin dengan relevansi ekonomi luas.

Pekerja dalam sektor infrastruktur juga menggunakan lebih dari dua kali jumlah alat dan teknologi dibandingkan dengan jumlah rata-rata yang digunakan di semua pekerjaan. Mulai dari komputer pribadi dan radio dua arah untuk forklift dan listrik gergaji. Pekerja harus mahir dengan bermacam-macam instrumen dan perangkat untuk menunjang pekerjaannya.

Hebatnya, meskipun persyaratan pengetahuan ini 93 persen harus dipenuhi, pekerja dalam pekerjaan sektor biasanya tidak memerlukan gelar sarjana. Sementara beberapa pekerjaan infrastruktur, seperti insinyur nuklir dan arsitek lansekap, perlu tingkat pendidikan lebih tinggi. Pendampingan sangat penting, baik dari pengusaha, pendidik, dan badan-badan pembinaan tenaga kerja. Pembinaan harus kolektif pada level regional, mirip dengan upaya yang sudah berlangsung di kota-kota seperti Chicago, Los Angeles, dan Seattle.

Untuk mendukung peluang ekonomi yang lebih besar, infrastruktur berperan penting di pasar tenaga kerja. Karena itu, perlu ditingkatkan lagi keterampilan SDM agar pembangunan dapat mencapai hasil maksimal. (Nadya Yutrianti)

Sumber:http://www.thehindu.com/opinion/op-ed/building-a-young-nation-of-character/article7159337.ece

Published in Artikel