×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 986

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain”. Hikmah kenabian itu ingin diwujudkan mahasiswa STT NF dengan membagikan sebagian rezeki berupa ta’jil ifthar (makanan pembuka puasa) gratis kepada pengguna jalan di depan Kampus B STT NF, jalan Lenteng Agung Raya Nomor 20, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Kafillah Ramadhan STT NF yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Kampus SENADA, BEM STT NF, dan pihak kampus STT NF.

Menurut Syaiful, Ketua Pelaksana Kafillah Ramadhan 1437 Hijriah, “Ta’jil on the Road dilaksanakan untuk menunjukkan bahwa sebagai Muslim harus tolong-menolong dalam kebaikan. Jika ada saudaranya yang kesulitan (berpuasa) sudah sepatutnya kita membantunya (menyediakan ifthar).”

Ta’jil On The Road dilaksanakan pada Jum’at (18/6), dimulai pukul 16.00 dengan persiapan packing makanan yang akan disebar sepanjang ruas jalan. Target untuk dibagikan ke pengguna jalan. Kemudian pembagian tim menjadi dua kelompok. Kelompok pertama di depan kampus B STT NF dan kelompok kedua ditempatkan di depan halte UI.

Tepat pukul 17.00, pembagian ta’jil gratis pun dimulai. Menurut Dhani, relawan T.O.R, target pertama yang diberikan ta’jil gratis adalah orang-orang sangat membutuhkan, karena tak mampu membeli ifthar. Selanjutnya adalah pejalan kaki dan terakhir para pengendara kendaraan bermotor. Tak sampai 20 menit, sekitar 200 ta’jil yang dipersiapkan sudah habis terbagi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan harus dilanjutkan di tahun berikutnya,” ujar Atmam, usai membagikan ta’jil gratis ke pengguna jalan. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Pojok Mahasiswa
%PM, %29 %661 %2016 %14:%Jun

Buka Puasa Bersama Karyawan STT NF

Bagian Kepegawaian STT NF mengadakan acara buka puasa bersama seluruh karyawan pada Jum’at (24/6) di auditorium kampus B. Acara digelar bagi seluruh karyawan dan unit bisnis STT NF, serta dihadiri Ketua STT NF Drs. Rusmanto, MM dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Profesi Nurul Fikri Drs. Musholi yang juga memberikan tausiyah dalam kesempatan itu.

Acara dimulai pukul 16.00, dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Camal Sugiharta. Setelah pembukaan, Ketua STT NF memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Rusmanto menegaskan: “Seluruh staf dan pimpinan pasti memiliki tujuan sama, yaitu memajukan STT NF. Oleh karena itu, semua pihak harus berjalan beriringan untuk mewujudkan cita-cita STT NF sebagai Universitas Peradaban.” Ia juga meyampaikan bahwa semua pihak harus berprasangka baik terhadap sesama agar tercipta lingkungan kerja harmonis.

Sebelum acara inti tausiyah, Drs. Musholi memberikan bingkisan lebaran secara simbolis kepada salah seorang karyawan STT NF. Bingkisan diberikan kepada semua karyawan sebagai apresiasi STT NF atas perjuangan membangun lembaga yang dipercaya publik.

Dalam tausiyahnya, Musholi menyemangati karyawan agar melihat suatu masalah dari sudut lebih tinggi. “Sehingga kita kita bisa memandang keseluruhan masalah, bukan hanya dari satu sisi saja. Kita perlu tercebur dalam pergulatan masalah, agar mampu menemukan solusi tuntas,” papar Musholi. Ia juga menyampaikan bahwa kita harus membongkar kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa menghambat kinerja persona dan lembaga.

Selesai tausiyah, seluruh karyawan membaca doa bersama, lalu berbuka puasa dan ditutup dengan sesi foto bersama. Semoga kebersamaan dan keakraban keluarga besar STT NF dapat terus terjaga untuk kemajuan STT NF di masa depan. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

STT NF mengadakan lanjutan NgabuburIT yang telah dilaksanakan beberapa hari lalu. Acara Pesantren IT digelar pada Jumat (17/6). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu (17-18 Juni). Selain mendapat materi ilmu IT, peserta Pesantren IT juga mendapat siraman rohani lewat kajian Islam.

Pada hari pertama kegiatan diisi dua sesi. Sesi pertama mengusung tema membuat game yang dipandu oleh Isfahani Ghiyath, Mahasiswa STT NF yang telah berprestasi Internasional di bidang programming dan juga merupakan CEO dari startup DaengApps. Peserta yang hadiri pada hari pertama tercatat 70 orang, berasal dari wilayah Jabodetabek.

Isfahani menjelaskan tahap-tahap pembuatan sebuah game. “Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pengetahuan algoritma, karena itu merupakan hal paling fundamental. Selanjutnya cara mudah membuat game sederhana dengan menggunakan website yang sudah menyediakan tutorial pembuatan,” ujar Isfa membuka sedikit rahasia. Namun, ia berpesan bahwa kemampuan berbahasa Inggris sangat penting dalam dunia game developer.

Isfahani melanjutkan, jika sudah membuat sebuah game maka hendaknya segera dipublikasi. “Sejelek apapun game buatan kita hendaknya di-publish, agar ada masukan dari orang yang memainkannya. Sehingga kita bisa kembangkan di masa depannya jadi lebih baik, berbekal kritik dan saran banyak orang,” jelas Isfa.

Selesai sesi pertama, peserta beristirahat sejenak untuk melakukan shalat jumat bersama dan setelah shalat Jum’at acra dilanjutkan dengan kajian islam bertema “Menjadi Muslim Sejati” dengan pembicara Zaid Muzaian dari LIPIA. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%PM, %20 %614 %2016 %13:%Jun

Rapat Besar Perdana Panitia ORMIK 2016

Beberapa bulan lalu Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sudah menunjuk Hamdani sebagai Ketua Pelaksana kegiatan Orientasi Akademik (Ormik 2016). Hamdani dipilih melalui proses seleksi dan uji kelayakan oleh DPM. Setelah terpilih Ketua Pelaksana Ormik, selanjutnya dilakukan rekrutmen terbuka untuk menjadi panitia.

Rekrutmen panitia diikuti banyak mahasiswa yang ingin berpartisipasi sebagai panitia penyambutan mahasiswa baru STT NF. Untuk pertama kali, Panitia Pelaksana Ormik mengadakan rapat besar pada Jumat (10/6). Rapat itu mempertemukan seluruh panitia dengan beberapa agenda yang dibahas untuk menyukseskan rangkaian Ormik. Acara dihadiri perwakilan BEM, DPM dan seluruh panitia ORMIK 2016.

Rapat dilaksanakan setelah perkuliahan selesai agar tidak mengganggu kegiatan belajar. Rapat perdana itu dipimpin langsung Ketua Pelaksana, Hamdani, yang menyampaikan terimakasih kepada seluruh mahasiswa atas kerelaannya untuk menyukseskan Ormik. Rapat juga membahas pembagian kerja serta diskusi masing-masing divisi yang telah ditetapkan sesuai kriteria.

Tema Ormik 2016 telah disepakati sebagai acuan utama konsep acara, sebelum berbagi tugas tiap divisi. Setelah itu penetapan personal mahasiswa untuk seluruh divisi secara merata. “Masa orientasi akademik ini diharapkan membuat mahasiswa baru menjadi lebih mengenal kampus STT NF besarta seluruh sivitas akademikanya,” ujar Hamdani. (Ratih Septia Giri)

Published in Pojok Mahasiswa
%PM, %20 %599 %2016 %13:%Jun

Buka Puasa Bersama Ikatan Alumni STT NF

Ikatan Alumni STT NF mengadakan silaturahim sekaligus acara buka puasa bersama di Kampus B STT NF, Ahad (19/6). Selain buka puasa bersama, para alumni STT NF juga membahas rencana jangka pendek dan jangka panjang dari program kerja alumni.

Dalam acara yang dihadiri 15 orang Alumni itu disepakati bahwa rencana jangka pendek yang harus dilaksanakan adalah penyempurnaan database Alumni STT NF (website alumni.nurulfikri.ac.id), pembuatan media komunikasi Alumni STT NF (website, fanpage), pembentukan kesekretariatan Alumni STT NF, sharing session dengan mahasiswa baru (acara ORMIK 2016), narasumber kegiatan persiapan sertifikasi (Codecamp), narasumber kegiatan IT Club, serta memberikan sumbangan fasilitas untuk kampus berupa layar LCD.

Sedangkan untuk program jangka panjang adalah pemberdayaan masyarakat bersama stakeholder, Home Coming Day IKA STT NF tahun 2016, beastudi bagi satu orang mahasiswa berprestasi STT NF, Campuss Hiring dari perusahaan tempat alumni bekerja, Technovasia (Technology for Indonesia) dan Pulang Kampung (turun ke lingkungan masyarakat). Setelah merumuskan rencana program kerja jangka pendek dan jangka panjang, acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan shalat berjamaah.

"Alhamdulillah saya senang dan berharap dengan berkumpulnya kita sore ini dapat menguatkan silaturahim antara alumni kelas pagi dan sore STT NF, sehingga dapat berkolaborasi dalam mengelola forum alumni yang baru terbentuk. Momen bukber ini sangat tepat untuk sama-sama mendiskusikan struktur dan program forum alumni,” ucap Hendra Aditiawijaya, Ketua Ikatan Alumni STT NF.

Hendra menyampaikan terima kasih atas komitmen peserta yang sudah bersedia masuk dalam struktur forum alumni STT NF. Ia mendorong agar forum alumni menjadi rumah ukhuwah dan membantu sukses alumni STT NF pada posisi strategis di mata masyarakat luas. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Muhammad Agus Arianto atau biasa disapa Agus, begitulah sapaan akrab baik oleh keluarga maupun oleh rekan-rekan mahasiswa, dosen dan seluruh kalangan civitas akademik di STT Terpadu Nurul Fikri. Anak ke dua dari tiga bersaudara ini terlahir dari keluarga yang cukup sederhana. Ayahnya sebagai pensiunan wiraswasta dan ibu yang hanya seorang ibu rumah tangga biasa membuat ia setelah lulus sekolah tingkat atas hanya mampu bekerja sebagai buruh kasar di salah satu SPBU milik asing sebagai pelayan pelanggan hampir satu tahun. Ia merasa bekerja sebagai pegawai SPBU tidak lantas membuatnya patah semangat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ke jenjang perguruan tinggi. Atas dasar semangat untuk meningkatkan taraf hidup dan menaikkan derajat pendidikan inilah yang menjadi motivasi utamanya untuk berjuang menampuh pendidikan.

Perjalanan terjal dan berliku pun ditempuh untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi, dari mulai mencoba kuliah malam setelah pulang dari kerja hingga mencari informasi ke kampus-kampus untuk sekedar mengetahui informasi bagaimana bisa berkuliah layaknya orang yang dapat menjadi mahasiswa seutuhnya tanpa harus berletih-letih menghirup harum bensin yang mulai mengisi ruang paru-paru dalam tubuhnya. Demi bisa mewujudkan impiannya tersebut ia rela menjajaki ratusan bahkan ribuan kilometer, panas dan , hujan bahkan badai pun ia terjang dengan kendaraan sepeda besi tua nya hingga pada akhirnya berlabuhlah pada sebuah takdir yang mengantarkan ia pada sebuah kampus yang menjadi titik tolak dalam hidupnya. Diterima salah satu kampus sebagai penerima beastudi mungkin merupakan jawaban atas doa dan kerja kerasnya di sebuah perguruan tinggi yang baru seumur bijih jagung namun sangat berarti besar dalam titik ledak perubahan hidupnya kampus tersebut adalah STT Terpadu Nurul Fikri.

Beda dulu beda sekarang, seiring bergulirnya waktu , kini pria yang memiliki perawakan kecil mungil ini dalam terus proses bermetamorfosis. , sSaat ini ia sedang menyelami dunia baru yang jauh berbeda dari kesibukan yang pernah dilaluinya terdahulu sebelum menerima Beastudi STT Terpadu Nurul Fikri. Kini ia disibukan dalam penitian karier di salah satu IT Konsultan di kota Depok sebagai profesional programmer. dan tTidak hanya sampai disana,itu ia pun mulai menjajaki ketertarikan dan minatnya sebagai seorang internet marketer pada bisnis yang sedang dijalaninya yakni owner sebuah bisnis online yang bergerak di bidang penjualan barang automotive & modification.

Sosok alumni yang menyelesaikan pendidikan S-1 di STT NF dalam kurun waktu 3,5 tahun ini dalam masa perkuliahannya tidak seperti kebanyakan mahasiswa yang hanya berfokus pada akademik saja, pria kelahiran 23 Februari 1993 ini berusaha menyeimbangkan antara menjadi sosok mahasiswa yang tidak hanya sibuk berorientasi dengan kegiatan akademik yang cenderung kebanyakan mahasiswanya tertutup, kurang pergaulan serta jarang bersosialisasi dan sosok mahasiswa aktivis di lingkungan organisasi kampus. Ia adalah sosok mahasiswa yang dikenal memiliki prestasi cukup baik dibidang akademik dan organisasi kampus. Di bidang akademik ia meraih hasil yang cukup baik, dengan tidak adanya satupun matakuliah yang mengulang dari awal perkuliahan hingga semester 7., iIa pun pernah menjadi kandidat mahasiswa berprestasi pada tahun 2013, dan menjadi asisten dosen untuk salah satu matakuliah selama satu semester. Hingga pada masa akhir perkuliahan, ia memperoleh hasil IPK yang cukup memuaskan dan tergolong sebagai lulusan mahasiswa yang mendapatkan predikat cummlaude di kampus.

Selain dari sekelebat perjalanan singkat (red:prestasi) yang telah ia catatkan di akademik kampus STT NF, tidak berhenti hanya sampai disitu , ia pun dikampus dikenal sosok mahasiswa yang berjiwa sosial dan gemar berorganisasi. Hampir seluruh masa kuliahnya ia habiskan sebagai seorang aktivis baik organisasi tingkat kampus maupun organisasi non kampus. Saat baru memasuki perkuliahan tingkat 2 tepatnya di semester 3 ia mengemban amanah menjadi Presiden Mahasiswa pertama pada organisasi internal yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa STT NF selama 1,5 tahun. Selanjutnya masuk pada tingkat 3 ia juga tercatat aktif menjabat sebagai ketua komisi I Dewan Perwakilan Mahasiswa ST NF(DPM). Jiwa sosial dan kepeduliaannya tidak hanya berhenti sampai pada organisasi internal kampus saja, namun ia tularkan kepada organisasi luar kampus. Ia menginisasi pembentukan sebuah wadah kepemudaan di lingkungan desa tempat ia tinggal dan pada momentum yang bersamaan ia pun menjabat sebagai ketua karang taruna tingkat RW pada tahun 2014.

“Tidak ada kata yang pantas terucap dari lisan saya selain rasa syukur yang sangat amat mendalam bisa menjadi bagian dari anugerah terbesar Allah S.W.T yaitu sebagai alumni pertama penerima beastudi. dimana akan senantiasa menjadi dorongan semangat dan motivasi saya dalam menapaki masa depan. sebuah kampus yang membekali saya dengan segudang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebuah kampus yang membimbing lahirnya generasi islami dengan karakter-karakter kepemimpinan yang berjiwa teknopreneur. Sebuah kampus yang mengajarkan arti dan makna kehidupan agar bisa hidup dalam kebermanfaatan demi menggapai masa depan yang lebih baik untuk Agama, Bangsa dan Negara tercinta yang lebih baik, itu semua ialah STT TERPADU NURULFIKRI.” Tutup Agus

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %17 %462 %2016 %10:%Jun

Buka Bersama IT Club STT NF dan Pengusaha

IT Club merupakan wahana penunjang keberhasilan yang melatih mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan. Salah satu IT Club yang ada di STT NF ialah IT Club E-Business dan E-Commerce (IT Club EBEC). IT Club ini bergerak di bidang pelatihan dan peningkatan kapasitas mahasiswa dalam mengembangkan bisnis, sehingga dapat memperkuat portofolio mahasiswa selesai kuliah. Mahasiswa perlu memiliki gambaran yang nyata tentang dunia usaha, jika ingin menjadi pengusaha kelak.

IT Club EBEC mengadakan seminar dan talkshow pada Selasa (14/6) di auditorium Kampus B STT NF, dengan tema “Menggali potensi meraih kesuksesan dengan berbisnis”. Pembicara adalah Murada Spd, seorang praktisi dan guru pengajar kewirausahaan di SMK Bunda Kandung, Jakarta.

Seminar dan talkshow dihadiri mahasiswa STT NF dan beberapa peserta dari luar kampus, serta dimeriahkan buka puasa bersama dengan sivitas akademika STT NF.

David Wahyu dari Bagian Kemahasiswaan STT NF menyatakan mahasiswa harus memanfaatkan IT Club demi mengembangkan kreativitas. “Sehingga apa yang diinginkan mahasiswa dapat tercapai. IT Club merupakan sarana untuk berkarya sesuai dengan minat dan potensi mahasiswa,” David menegaskan. Ada lima klub TI di STT NF, yakni web programing, game development, desain grafis, jaringan, robotik dan e-commerce e-bussines. Pihak kemahasiswaan selalu mendukung kegiatan yang diadakan oleh klub-klub tersebut, dengan harapan berkembang menjadi tim yang solid.

Pembicara menjelaskan, “Kita semua mempunyai potensi untuk berbisnis. Namun, bagaimana cara menggalinya agar potensi yang kita miliki dapat maksimal dijalankan. Menggali potensi dengan melihat situasi saat ini, kebutuhan yang ada dan kemampuan yang kita miliki. Hal itu jika ditekuni dan dijalani akan mendapatkan hasil yang memuaskan,” ungkap Murtada.

Ia melanjutkan, peluang bisnis di Indonesia sangat besar. Apalagi dengan kecanggihan teknologi yang dibina di kampus STT NF, sangat menunjang untuk pengembangan bisnis lebih maju.

Acara buka puasa bersama turut dihadiri para pengusaha kampus, antara lain dari Qurban Cemerlang, Alfatih Kreatif, Experience Adventure, Mundi Kreative, Tifosi Sport, Timini, Andara Technology, wirausastra.com, pawangkaos.com, serta masih banyak usaha lain di bidang kuliner maupun e-commerce. Pemanfaatan teknlogi sudah dibuktikan efektif oleh mahasiswa STT NF.

Dalam acara ini juga sekaligus diadakan serah terima jabatan ketua IT Club Ebec, dari Suranto ke Luqni Baehaki yang resmi menjabat Ketua Ebec yang baru. Luqni saat ini sedang merintis usaha Alfatih Kreatif. (Suranto)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %17 %383 %2016 %08:%Jun

Buka Bersama Sivitas Akademika STT NF

Berbuka puasa lebih terasa nikmat saat dilakukan bersama-sama, seperti dilakukan oleh sivitas akademika STT NF pada Rabu (15/6). Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Kafillah Ramadhan dan LDK SENADA STT NF. Peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa, dosen, dan staf STT NF.

Kegiatan dimulai pukul 14.00 berupa pentas seni dari mahasiswa STT NF, Muhammad Natsir, yang dilanjutkan dengan stand up commedy oleh Miftah Amrullah, Hamdani Rachman, dan Grup Nasyid Akhwat Kece. Penampilan spesial dari Shoutul Qolbi, grup hadroh yang pertama kali dibentuk oleh mahasiswa STT NF. Menurut Ika, vokalis Shoutul Qolbi, “Kelompok ini nantinya akan diajukan menjadi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) baru mahasiswa STT NF.”

Setelah shalat Asar, kegiatan dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk kaum Muslimin yang menderita, seperti di Palestina dan Suriah. Penggalangan dana diselingi penyampaian puisi karya Taufiq Ismail, berjudul “Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu”, dibacakan oleh Wahyu Caesar Ramadhan.

Selanjutnya acara kajian Islam oleh Drs. Musholi, Pembina STT NF, mengangkat tema “Islam Kontemporer”. Di awal paparannya, Musholi menjelaskan keadaan Muslim di seluruh dunia. “Dulu saat masih kecil, sekitar tahun 1967, saya pertama kali mendengar Palestina dijajah oleh zionis Israel. Saat itu juga Cina masih menjadi negara “tirai bambu” karena masih banyak pohon bambu, dan sekarang ketika Cina menjadi negara “tirai elektronik” karena sudah menjadi penghasil barang elektronik terbesar di dunia; kondisi Palestina masih belum merdeka. Bahkan, wilayah Palestina semakin kecil,” ujar Musholi penuh keprihatinan.

Musholi memberi nasihat kepada peserta, terutama mahasiswa, bahwa: “Islam adalah agama yang tinggi. Jadi, jangan dibuat rendah oleh umatnya yang mengaku Muslim, tapi –maaf-- sifat dan perbuatannya tidak layak disebut seorang Muslim.” Ketinggian Islam harus dibuktikan dengan sikap rendah hati, obyektif, open mind, dan moderat (ROOM). Disamping itu, juga kerja keras dan inovasi di berbagai bidang. Karena Islam mengajarkan kemajuan, bukan kemunduran dan keterbelakangan.

Usai kajian, kegiatan ditutup dengan doa bersama, buka puasa, dan shalat Maghrib berjamaah. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Kegiatan Kampus

Sama seperti Anda mengharapkan seorang musisi untuk menulis lagu, tapi tidak tahu liriknya; atau seorang pengusaha yang membuka restoran tanpa menu. Anda tidak bisa mengembangkan strategi atau mengeksekusi data tanpa mengetahui tujuan yang akan Anda capai.

Hal itu merupakan inti dari setiap pemasaran berbasiskan kinerja data, membuat keputusan berdasarkan analisis untuk membuktikan atau menyangkal hipotesis. Semu terkait menjalankan tes, mengumpulkan data, menganalisis hasil untuk menemukan inti dari suatu usaha. Jika kita ingin menjadi lebih baik dalam kinerja pemasaran, maka perlu alat dan proses yang lebih baik untuk mengubah big data menjadi pilihan yang cerdas.

Berikut ini adalah tujuh cara untuk melakukan analisis big data.

1) Fokus pada tujuan bisnis

Jangan sembarangan mengumpulkan data, tetapi perlu mengidentifikasi masalah inti yang harus dilakukan untuk memenuhi tujuan bisnis.

2) Memahami infrastruktur bisnis

Sadarilah bahwa Anda perlu memahami infrastruktur teknis seperti web hosting, data warehousing, dan bagaimana data masuk dan keluar dari bisnis infrastruktur.

3) Ambil pendekatan sains data

Anda harus memiliki banyak keterampilan di bidang teknologi, tetapi yang paling dibutuhkan adalah menjadi seorang ilmuwan data. Ini dapat menjadi investasi pembelajaran lebih tentang statistika, analisis, eksperimentasi dan visualisasi data.

4) Mengintegrasikan pengalaman ke dalam konversi

Dalam dunia pemasaran mesin pencari, konversi berarti baik secara sistem penjualan atau transaksi. KPI seperti CPL (biaya per lead), CPO (biaya per-sale), AOV (nilai rata-rata order), atau bahkan ROI biasanya apa SEM memberikan pada front end.

5) Analytics leverage web

Analisis Web adalah tempat yang bagus untuk memulai perjalanan data. Sistem ini dapat memberitahu Anda di mana orang-orang datang, dari mana, di mana, berapa lama mereka tinggal, halaman yang dikunjungi, dan banyak lagi.

6) Beritahu kisah melalui visualisasi data

Manusia didesain untuk memperhatikan dan mengingat cerita lebih dari apa pun. Dan kita semua tahu bahwa sebuah gambar bernilai seribu kata.

7) Mulai Predictive Analytics

Sebuah contoh yang bagus dari analisis prediktif yang digunakan dapat dilihat pada Instant Search Google. Alat itu memprediksi apa yang Anda coba cari sebelum Anda selesai mengetik untuk menghemat 2-5 detik per pencarian, benar-benar memandu penelusuran Anda. (Wiji Noviasih)

Published in Artikel
%AM, %15 %435 %2016 %09:%Jun

Pemuda sebagai Tonggak Kemandirian Bangsa

Oleh: Agung Prayoga

“Indonesia memang negara kaya, tapi orang-orangnya pemalas dan suka melalaikan tanggung jawab yang diberikan”. Mungkin itulah sepatah kalimat yang diberikan oleh orang Jepang atau bangsa lain yang dikenal pekerja keras, jika ditanya tentang Indonesia. Wajar saja jika ‘penghinaan’ itu dilontarkan kepada masyarakat Indonesia, karena memang kenyataannya kita harus mengakui sebagian fenomena itu.

Bagaimana tidak, bangsa indonesia yang ‘katanya’ negara subur makmur tetapi untuk memenuhi sandang dan pangan saja harus impor dari negara lain? Katanya, Indonesia punya beribu-ribu hektar lahan tebu, tapi mengapa untuk minum teh saja harus mengimpor gula dari luar negeri? Yang lebih ironis lagi, adalah Indonesia mengimpor garam dari luar negeri. Padahal dalam peta terpampang jelas, wilayah kita kepulauan dan lautan yang membentang dari Sabang hingga Merauke yang mempunyai lebih dari tujuh belas ribu pulau.

Sering kita baca juga indeks kekayaan wilayah NKRI, yang menyebutkan Indonesia adalah negara maritim yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan. Tapi untuk memenuhi kebutuhan dapur saja harus bergantung pada orag lain. Lantas dimana kekayaan yang sering dibanggakan selama ini?

Itu hanya sebagian kecil fakta yang memperlihatkan, betapa tragisnya stabilitas ekonomi negeri ini. Krisis dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa pun tidak dapat terelakkan lagi. Indonesia sudah sangat kompleks menghadapi segala permasalahanya, tidak hanya pada krisis moral dan kepercayaan para pemimpinnya, akan tetapi juga krisis ekonomi yang sangat mempengaruhi perut rakyat. Kemandirian bangsa tinggal cita-cita yang kembang kempis dimakan arus globalisasi yang berkembang pesat.

Tidak bisa dipungkiri Indonesia memang punya sumber daya alam yang berlimpah. Namun, kenyataanya banyaknya SDA tidak bisa menjadikan negara ini lebih unggul. Bahkan, untuk bisa sejajar dengan bangsa lain pun masih sulit. Bisa dibilang Indonesia sudah tertinggal jauh, jika berkaca pada negara -negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Seharusnya kita bisa mengatakan “kita bisa”, bahkan kita seharusnya “lebih bisa” dari mereka, bila dilihat dari sudut sumber daya alam yang kita miliki. Kita punya berbagai macam flora dan fauna yang tersebar di seluruh Nusantara. Akan tetapi, yang jadi pertanyaan adalah mengapa kita “tidak bisa” seperti mereka, bahkan lebih dari mereka? Nah, mungkin jawabannya adalah karena minimnya sumber daya manusia yang mampu mengelola dan meningkatkan pembangunan ekonomi. Semua harus didukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Siapa yang menjadi penopang utama SDM tersebut? Tentu saja para pemuda sebagi penerus dan pemangku cita-cita bangsa. Saat ini, pemuda mempunyai kesempatan. Sebuah kesempatan untuk memperbaiki anjloknya berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam bidang ekonomi.

Sebagai pemuda sudah selayaknya kita mengambil peran kita dalam kehidupan berbangsa. Kita harus bisa menjalankan tugas dan kewajiban sebagai generasi penerus bangsa yaitu mampu melakukan perubahan. Sebagai tulang punggung perekonomian yang memikul tanggung jawab demi memajukan bangsa, pemuda harus bisa melanjutkan dan mengisi perannya untuk pembangunan dan perbaikan bangsa, termasuk dalam bidang ekonomi. dengan menggali kembali eksistensi dalam cita-cita kemandirian bangsa di bidang perekonomian.

Apa yang harus kita lakukan sebagai pemuda untuk mewujudkan kemandiria bangsa?

Pertama, meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam proses industri. Tanpa peningkatan tersebut kita tidak akan mampu besaing, karena kenyataanya masyarakat kita lebih percaya pada produk luar. Sebuah kalimat “kemandirian” akan terealisasi, jika sebagai penggerak pembangunan pemudanya mampu meciptakan konsep kreatifitas dan daya saing guna memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri, baik dalam kebutuhan sandang, pangan maupun papan.

Kedua adalah membiasakan untuk menjadi pencipta sesuatu yang selalu muncul dengan gebrakan-gebrakan kreatifitasnya, sehingga kita sebagai pemuda tidak hanya menjadi penikmat konsumsi. Muncul ini ikutan ini, muncul itu ikutan itu. Harus kita akui arus globalisasi yang berkembang dewasa ini meyebabkan kaburnya batasan antar negara. Tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Dalam keadaan seperti itu pemuda dituntut untuk lebih kreatif dalam mengeluarkan ide-idenya.

Untuk menghadapi globalisasi dan perubahan yang semakin pesat dibutuhkan peranan pemuda dalam perencanaan menjadi kelompok inovatif, kreatif, kompetitif, mandiri serta mempunyai ketangguhan untuk tetap bertahan pada persaingan dengan dunia luar. Sebenarnya perlu dibangun oleh bangsa Indonesia adalah kualitas SDM, dimana kekuatan terbesar SDM terletak pada generasi muda

Ketiga, mewujudkan kemandirian dan kemajuan bangsa perlu didukung oleh kemampuan mengembangkan potensi diri dan konsep yang terarah. Konsep kemandirian itu sendiri bisa diartikan sebagai upaya pemenuhan dan pengerjaan segala sesuatu untuk diri sendiri dengan kekuatan dan kemampuan sendiri. Sebisa mungkin tidak bergantung pada orang lain sesuai dengan semangat yang dicita-citakan oleh Bung Karno: berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).

Peranan pemuda dalam pembangunan bangsa, terutama dalam pembangunan perekonomian, sangat dibutuhkan. Pada hakikatnya, pembangunan yang dilakukan adala pembangunan insan-insannya, agar bisa menjadi SDM berkualitas, karena SDA yang melimpah saja tidak cukup jika tidak didukung oleh SDM berkompeten dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kita harus percaya bahwa para pemuda Indonesia lahir dan hidup saat ini bisa membangun perekonomian demi kemajuan dan kemandirian bangsa, serta mampu membwa Indonesia menuju developed country( negara maju) sehingga tidak hanya berada pada status quo sebagai negara berkembang. Karena dengan kemandirian dan eksistensi dalam pembangunan itulah kita akan diakui dan bermartabat dalam pergaulan dunia, dan itu menjadi tugas kita sebagai generasi muda untuk mewujudkannya. Melalui semangat dan eksistensi kita menjadi seorang pemimpin dan penopang harapan di masa depan. []

Published in Kisah dan Curhat