%PM, %14 %649 %2016 %14:%Jun

Langkah-langkah Menjadi Hafidz Al-Quran

Banyak orang yang menginginkan dapat memberikan mahkota kepada kedua orangtua di hari kiamat kelak dengan menghafal Al-Quran. Namun belum banyak yang berusaha merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi Muslim yang hafal Al-Quran tentu didambakan bagi siapa saja yang hatinya terketuk untuk beribadah. Berbagai alasan dan kendala dalam menghafal telah mewarnai aktivitas keseharian. Karyawan sibuk dengan tenggat waktu pekerjaan, mahasiswa sibuk dengan aktivitas kampus, orangtua sibuk dengan pekerjaan rumah tangga dan sebagainya. Sehingga menjadi seorang hafidz seolah-olah adalah hal yang mustahil bagi orang sibuk.

Berbeda dengan orang yang memiliki azam dalam diri untuk menghafal Al-Quran. Ketika semua dimulai dalam diri dan keinginan kuat, maka akan terasa ringan. Sekalipun menghafal di pesantren, ketika semangat dan motivasi untuk menghafal perlahan hilang, maka hal yang semula mudah menjadi sulit, bahkan menjadi beban berat. Beberapa kiat berikut ini akan mengubah pikiran, bahwa menghafal Al-Quran tak harus di Pesanten, Kita bisa melakukannya di rumah.

1. Perbesar niat

Niat yang terdapat dalam hati tentu tidak dapat dipersalahkan, apalagi jika niat itu baik. Niat menghafal Al-Quran merupakan hal yang patut untuk ditindaklanjuti dan segera lakukan apa yang diniatkan. Jika niat telah ada, maka meluruskan dan memperbesar niat itu adalah satu hal yang penting dalam pencapaian keinginan. Memperbesar niat yakni dengan cara menulis keinginan-keinginan “turunan” yang didapat dari menghafal Al-Quran. Dengan niat ikhlas, maka Allah akan membantu kita dalam kesulitan dan menjauhkan kita dari rasa malas. Suatu pekerjaan yang diniatkan ikhlas, biasanya akan terus dilaksanakan dan tidak berhenti. Berbeda ketika niatnya hanyalah untuk mengejar materi atau sesuatu hal yang bersifat keduniawian.

2. Memotivasi diri sendiri

Seringkali orang terkecoh dengan apa yang ada dalam diri seseorang yang tidak dipunyai oleh orang lain. Menganggap sesuatu istimewa sehingga meremehkan kemampuan lain. Hal itu tidak dibenarkan. Sekalipun dapat menguasai Al-Quran jika tidak diimbangi dengan motivasi yang kuat dari diri sendiri, maka sewaktu-waktu akan tergelincir pula. Dengan melihat video orang-orang yang dengan mudah dan indahnya melantunkan ayat suci Al-Quran, misalnya, dapat mendorong diri kita untuk lebih termotivasi kembali.

3. Prioritaskan Al Qur’an dalam setiap keadaan

Bagi orang yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing tentu Al-Quran akan menjadi pegangan yang kesekalian setelah aktivitas-aktivitas lain terpenuhi. Jangan salah, memprioritaskan Al-Quran justru akan membuat diri kita dimudahkan dalam setiap keadaan dan diberikan waktu yang berkah. Keberkahan waktu ini dapat dilihat ketika saat-saat senggang maka sesekali membuka Al-Quran dan mengulang hafalan yang telah ada dapat memperkuat hafalan tersebut. Jadi dalam keadaan apapun Al-Quran akan menjadi prioritas utama dalam hidup.

4. Memilih waktu yang baik untuk menghafal

Di antara waktu-waktu yang baik dalam menghafal yaitu setelah sholat subuh, karena menurut beberapa pakar, otak ketika masih pagi dan keadaan hening ia masih dalam kondisi segar dan mudah untuk mengingat hafalan. Selain itu, waktu sepertiga malam juga sangat dianjurkan untuk menghafal, yakni selepas sholat tahajud.

5. Perdengarkan murottal dalam keadaan yang memungkinkan

Salah satu fungsi otak kanan yaitu mencerna segala sesuatu hal yang bersifat seni, di antaranya gambar, musik, warna, dan lain sebagainya. Cara yang satu ini dianggap relevan karena dengan mengulang-ulang bacaan dan mendengarkan bacaan dapat mengingatkan dan meningkatkan hafalan menjadi lebih cepat. Selain otak kiri yang bekerja dalam mengingat, otak kanan pun bekerja dalam mendengarkan lantunan murottal.

6. Mempelajari kaidah bahasa Arab agar mudah memahami terjemah

Menghafal Al-Quran bukanlah hal yang sepele. Membutuhkan kaidah dan tata cara yang dibenarkan agar dalam menghafal. Tidak hanya sekedar menghafal, namun juga mengetahui penulisan dan terjemah yang sesuai. Jadi sangat dianjurkan bagi para penghafal Al-Quran untuk mempelajarinya.

7. Mengulang bacaan yang hendak dihapal sebanyak 20x

Setiap kali ingin menambah hafalan, maka mulailah hafalan itu dengan diulang sebanyak dua puluh kali setiap ayat atau setiap potongan ayat yang dikehendaki sesuai dengan maknanya. Hal ini diyakini dapat memperkuat hafalan dan secara tidak langsung ayat yang telah dibaca berulang-ulang itu sudah tertanam dalam otak sehingga hafal sekalipun menutup mata.

8. Memperbaiki bacaan: tahsin dan tajwid

Ketika telah mendapati diri menjadi seorang penghafal Al-Quran, maka hal yang harus dilakukan adalah memperbaiki bacaan yakni tajwid dan tahsin. Tajwid mempelajari pada hukum huruf yang bertemu satu dengan lainnya dan hukum bacaannya. Sedangkan tahsin adalah pembenaran pada pengucapan makhorijul huruf yang dibaca, ada saatnya yang di lidah, kerongkongan, gigi dan lain sebagainya.

9. Sempatkan untuk murojaah (mengulang hapalan yang lalu)

Sebelum memulai kepada hafalan yang baru, maka sebaiknya menyempatkan untuk mengulang hafalan yang lalu agar tidak cepat hilang. Bisa diulang selama dua puluh kali atau separuhnya jika sudah yakin. Barulah ketika benar dan sempurna, memulai hafalan pada ayat selanjutnya. Begitu seterusnya.

10. Fokuskan dan tenangkan diri ketika berhadapan dengan Al-Quran

Kondisi jiwa dalam menghafal Al-Quran sangat mempengaruhi. Dalam keadaan panik atau marah misalnya, proses menghafal akan terkendala karena keadaan jiwa yang tidak mendukung. Hal tersebut bisa disiasati dengan selalu bersikap santai dan tenang dalam menghadapi apapun.

11. Setorkan hafalan pada orang di sekitar

Jika telah meyakini hafalan yang diperoleh layak untuk diperdengarkan, maka alangkah lebih baiknya ketika menyetor hafalan tersebut pada orang di sekitar yang memahami bacaan dan tata caranya. Hal tersebut dapat membantu dan mengoreksi kesalahan-kesalahan yang tidak diketahui oleh diri sendiri.

12. Memohon doa kepada kedua orangtua

Satu hal penting dalam menghafal dan tidak boleh terlupakan adalah memohon doa dan ridho dari kedua orang tua agar senantiasa mendapat doa serta mendapat kemudahan. Karena keridoan orangtua juga merupakan jalan untuk mendapat ridho dan kemudahan dari Allah.

13. Tidak dibenarkan untuk berputus asa

Jika telah berulang kali berusaha untuk membaca dan mengulang-ulang ayat namun tidak hafal juga, maka tidak dibenarkan untuk berputus asa. Karena putus asa adalah salah satu ciri orang yang munafik. Sebagai mukmin yang baik, bersabar adalah lebih baik. Allah-lah yang Maha Mengetahui. (Choniyu Azwan)

Published in Pojok Mahasiswa

Oleh: Agung Prayoga

Perkembangan globalisasi dalam segala bidang tentu sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan pola perilaku bangsa. Oleh sebab itu, pengendali bangsa harus mampu mengantisipasi perubahan zaman yang begitu cepat. Untuk menumbuhkan kreativitas dan kemandirian bangsa, perlu diperkuat pola pikir anak bangsa. Hal hal itu membutuhkan berbagai tahapan, agar anak bangsa tidak merasa terbebani dan tertekan demi menumbuhkan kreativitasnya menuju kemandirian.

Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana cara kita menyiapkan anak bangsa yang mandiri, berwawasan luas dan berpola pikir positif? Bagaimana peran pemerintah dan perguruan tinggi untuk menumbuhkan pola pikir mandiri dan kreatif?

Pertanyaan itu timbul karena melihat fenomena bangsa Indonesia yang belum mandiri. Ketidakmandirian Indonesia ini diakui oleh pemerintah dan lembaga-lembaga non pemerintah serta masyarakat. Bangsa Indonesia menginginkan kemandirian, karena aspek ketergantungan pada bangsa lain sangat membebani jiwa dan mental bangsa. Harga diri bangsa bisa jatuh dan jati dirinya hilang bila terjeratnya intervensi asing.

Kemandirian bangsa adalah kesadaran dalam diri bangsa untuk bisa berdisiplin, mengurus, dan mengelola bangsa dengan cara dan tenaga sendiri; tidak tergantung pada bangsa lain, tanpa melupakan sebagai bangsa yang merdeka. Sekarang ini kemandirian bangsa makin disorot sebagai aspek utama kepribadian bangsa. Kemandirian memiliki peranan sangat penting untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara. Hal ini bisa dibuktikan dengan makin didengungkannya spirit kemandirian oleh berbagai elemen masyarakat.

Kemandirian bangsa yang dinantikan warga merupakan kemandirian di segala sektor kehidupan, mulai dari kemandirian psikologi bangsa, kemandirian ekonomi bangsa, dan kemandirian politik nasional dan internasional yang berwibawa.

Dalam menghadapi era globalisasi dan perubahan zaman yang pesat ini, diperlukan penyiapaan generasi yang kreatif, mandiri serta mempunyai konsep diri positif, agar dapat menjadi pondasi yang kuat dalam pengembangan pribadi bangsa pada tahap berikutnya.

Untuk mewujudkan kemandirian bangsa, maka diperlukan peran pemerintah, yaitu:

1. Meningkatkan produktivitas nasional

Dengan meningkatkan produksi dalam negeri, maka kita dapat mengoptimalkan sumber daya lokal, tanpa harus tergantung terhadap sumber daya luar negeri. Ini adalah salah satu usaha pemerintah untuk mewujudkan kemandirian bangsa.

2. Meningkatkan mutu pendidikan

Dengan meningkatkan mutu pendidikan maka akan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Mutu pendidikan yang baik juga dapat meningkatkan kualitas hidup suatu bangsa sehingga kemandirian itu dapat terwujud lebih cepat.

3. Memberdayakan masyarakat

Salah satu peran pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa adalah dengan memberdayakan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan untuk memberdayakan masyarakat adalah dengan mengadakan pelatihan-pelatihan kerja bersertifikat, sehingga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan daya saing masyarakat dalam bursa bekerja.

Selain pemerintah, salah satu institusi yang memiliki peran dalam genting adalah Perguruan Tinggi. Karena perguruan tinggi adalah salah satu institusi yang membina para mahasiswa. Mahasiswa adalah golongan pemuda yang bakal menjadi tonggak berdirinya suatu bangsa, sehingga dengan adanya mahasiswa ini dapat mewujudkan kemandirian.

Perguruan tinggi atau sekolah tinggi yang melakukan usaha untuk mewujudkan kemandirian bangsa adalah STT Nurul Fikri ( STT NF ). Peran STT NF dalam mewujudkan kemandirian.

1. STT NF memberikan fasilitas untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dan dosen, memberikan fasilitas memadai untuk menunjang proses belajar-mengajar. Dengan fasilitas yang disediakan STT NF, para mahasiswa dapat meningkatkan kreativitas dan kemandirian.

2. STT NF memberikan pelatihan profesi yang berkompetensi tinggi dengan sistem pelatihan terpadu, misalnya pelatihan komputer dasar, desain grafis, administrasi sistem, workshop/seminar, dan sebagainya. Latihan itu diberikan bukan hanya untuk mahasiswa STT NF, tetapi masyarakat awam juga dapat mengikuti, sehingga dapat secara kolektif kita mewujudkan kemandirian bangsa.

3. STT NF memberikan konstribusi kepada masyarakat luas, seperti mengadakan seminar/workshop untuk masyarakat umum.

4. STT NF memberikan dukungan sistem bagi para pebisnis lokal, terutama mahasiswa yang siap bekerja mandiri, seperi berbisnis atau membuat Start up.

Dukungan yang diberikan STT NF kepada mahasiswa untuk mandiri berupa layanan bagian server, hosting dan beberapa sistem yang dibutuhkan. Kita perlu mempersiapkan generasi muda Indonesia agar memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehingga nantinya dapat bersaing dengan dunia luar. []

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %09 %132 %2016 %02:%Jun

Baidu Mencari Campus Ambassador

Baidu merupakan Search Engine asal negeri Tiongkok yang sangat populer tak cuma di negara asalnya. Di China, Baidu berhasil mengungguli search engine paling populer di dunia, Google. Banyak yang memprediksi bahwa Baidu suatu saat nanti akan bisa disejajarkan atau bahkan bisa mengalahkan search engine yang sudah populer seperti Google dan Yahoo.

Didirikan pada tahun 2000 oleh Robin Li dan Eric Xu, dua warga Tiongkok yang belajar di Amerika Serikat. Pada tahun 2007 Baidu tercatat sebagai perusahaan asal Tiongkok yang berhasil masuk bursa NASDAQ-100. Pada 2012 Baidu menempati rangking 5 besar dunia versi Alexa.com. Selain sebagai mesin pencari, baidu juga memiliki produk berbasis teknologi lainnya, seperti Baidu Antivirus, Baidu PC Faster, Smartphone dan lain-lain. Dari perkembangan tersebut bukan mustahil prediksi kemajuan Baidu hanya tinggal menunggu waktu.

Untuk mengembangkan sayap dan menambah pengguna Baidu menggandeng beberapa perguruan tinggi di Indonesia dan mencari Baidu Campus Ambassador atau duta Baidu di lingkungan kampus yang berbasis teknologi informasi. Salah satu kampus yang memenuhi syarat tersebut adalah STT NF yang memang memiliki tagline Technopreneur Campus. Tercatat ada enam mahasiswa STT NF yang terpilih menjadi Baidu Campus Ambassador, mereka adalah Ummul, Hamdani, Riza, Khusnul, Husna, dan Tami. Terpilihnya Baidu Campus Ambassador melalui proses seleksi, yaitu pengiriman Curriculum Vitae dan menulis esai tentang motivasi ingin menjadi Ambassador.

Mereka diberikan tugas untuk lebih mengenal produk-produk Baidu, mengikuti gathering, membuat kegiatan charity dan bakti sosial yang disponsori oleh Baidu Indonesia. Selain itu para ambassador ini juga bisa mendapatkan kemudahan untuk mengikuti program magang di Baidu Indonesia dan jika beruntung bisa mendapatkan kesempatan magang di Baidu Pusat di Beijing, Tiongkok. Baidu juga akan banyak merekrut karyawan baru yang nantinya dipekerjakan di Baidu Indonesia ataupun pusat, maka yang diprioritaskan adalah dari Baidu Campus Ambasador.

Ummul Sidiqoh salah satu Baidu Campus Ambassador dari STT NF mengatakan, “Saya tertarik mengikuti program ini karena terbuka kesempatan bagi saya sebagai mahasiswa TI bisa menambah koneksi sesama insan TI di Indonesia. Selain itu, kami juga bisa mendapatkan banyak keuntungan dengan menjadi Baidu Campus Ambassador, salah satunya adalah kesempatan magang di Baidu Indonesia.”

Selain keuntungan bagi mahasiswa, Baidu juga berkomitmen untuk memberikan bantuan sponsorship pada kampus-kampus yang mahasiswanya tercatat menjadi Baidu Campus Ambassador. Baidu akan memberikan bantuan berupa materil maupun immateril pada setiap event TI yang diselenggarakan oleh kampus mahasiswa yang menjadi Ambassador. (Hendri Nudiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %03 %165 %2016 %02:%Jun

JIONWAT (Kajian Online Akhwat)

Lembaga Dakwah Kampus Senada STT NF selalu membuat terobosan menarik dan bermanfaat untuk para mahasiswa. Inisiatif pembinaan kerohanian khususnya agama Islam. Salah satu kegiatan rutin dilakukan sepekan sekali adalah Kajian Online Akhwat (JIONWAT). Kajian kerohanian ini dilakukan secara online melalui grup Whatsapp, beranggotakan seluruh akhwat di kampus STT NF. Kajian Online merupakan program kerja Departemen Kemuslimahan SENADA.

Kajian menghadirkan pembicara luar biasa yang menginspirasi. Dalam pembukaan acara, moderator memberikan reminder agar setiap anggota selalu online saat kajian berlangsung. Lalu, moderator mengundang pembicara masuk ke dalam grup akhwat untuk memulai kajian. Kajian ini memiliki aturan main sebagai berikut:

1. Ketika pemateri memaparkan kajian, peserta hanya membaca saja tanpa mengajukan pertanyaan dalam bentuk apapun.

2. Ketika moderator mempersilahkan peserta untuk mengajukan pertanyaan, maka peserta baru diperbolehkan untuk bertanya.

3. Teknis tanya jawab adalah

• ketika pembicara sudah menjawab pertanyaan sebelumnya.

• jika pembicara mengirim emoticon berarti jawaban sudah selesai.

• Jika moderator mempersilahkan peserta lain untuk mengajukan pertanyaan berikutnya, maka peserta baru dipersilahkan mengajukan pertanyaan selanjutnya.

• Selesai sesi tanya-jawab adalah saat moderator memberi ksimpulan.

Acara dimulai dengan pembacaan rules Jionwat oleh moderator. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Departemen Kemuslimahan Senada. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan materi kajian online oleh pembicara. Sesi tanya jawab dari anggota kepada pembicara, dan akhirnya penutup dari pembicara dan moderator.

Semua anggota akhwat STT NF sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberi manfaat luar biasa. Selain itu, acara membuat tali persaudaraan semakin kuat dan menambah ilmu kerohanian yang tidak didapatkan dalam perkuliahaan. (Ratih Septia Giri)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %02 %468 %2016 %10:%Jun

Latihan Terakhir UKM Futsal STT NF

Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari, tahun ini bertepatan dengar akhir semester genap 2016 saat mahasiswa bersiap menghadapi Ujian Akhir Semester. Dalam rangka menyambut Ramadhan, UKM Futsal STT NF mengumumkan kepada seluruh anggotanya untuk libur latihan rutin pekanan. Hal itu agar skuad UKM Futsal berkonsentrasi penuh menghadapi UAS dan meningkatkan ibadah.

Sebelum libur, UKM Futsal melaksanakan latihan penutupan pada Ahad (29/5). Latihan dilaksanakan seperti biasa dari pukul 16.00-18.00 di Family Futsal, Margonda.

Latihan penutup dibuat berbeda, dengan sesi foto bersama mengangkat piala penghargaan yang diraih saat kompetisi Porseni FIKES UHAMKA. Setelah berfoto, tiap anggota diberi kesempatan menyampaikan kesan dan pesan selama menjadi anggota UKM. Tak lupa, saran untuk meningkatkan kualitas tim Nurul Fikri All Star. Untuk menjadi sebuah tim yang kuat, setiap anggota harus saling mengenal dan mendukung satu sama lain, sehingga membentuk kekompakan.

Latihan rutin diakhiri dengan doa bersama serta harapan-harapan untuk UKM Futsal di masa datang. Para mahasiswa saling bermaafan agar hati dilapangkan saat menjalankan ibadan Ramadhan. (Ratih Septia Giri)

Published in Pojok Mahasiswa

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Salah satunya dilakukan Dewan Kesejahteraan Masjid Nurul Fikri (di lingkungan Kampus C STT NF) bersama masyarakat sekitar masjid mengadakan tarhib Ramadhan. Tarhib dilaksanakan pada hari Sabtu (28/5) di Masjid Nurul Fikri, Jalan Setu Indah, Kelapa Dua, Depok.

Kegiatan juga melibatkan mahasiswa penerima beastudi STT NF yang tinggal di asrama sekitar masjid tersebut. Itu bukti kongkrit mahasiswa STT NF berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan. Tujuan kegiatan mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menyambut bulan suci Ramadhan. Tema yang diangkat adalah “Ramadhan Indah, Perbanyak Tilawah dan Sedekah, Ibadah menjadi berkah”.

Tarhib dimulai pukul 18.30 dengan pembawa acara Dhani Fitriansyah dan Muhammad Abdul Karim. Mereka adalah mahasiswa Sistem Informasi dan Teknik Informatika STT NF tahun 2015. Acara dilanjutkan tilawah al Qur’an dan sari tilawah oleh Yusuf dan Wahyu Caesar Ramadhan.

Sambutan dari Ketua DKM Masjid Nurul Fikri, Ustaz Muslimin. Ia berpesan, “Agar Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan tahun sebelumnya. Semoga persiapan yang dilakukan bisa membuat ibadah di bulan Ramadhan semakin sempurna.”

Acara yang ditunggu-tunggu adalah tausyiah dari Ustaz Dedi Martoni. Dalam tausyiahnya, ustaz menyampaikan kebiasaan baik di zaman Rasulullah. “Para sahabat Nabi mulai menyambut datangnya Ramadhan sejak empat bulan sebelumnya. Mereka meningkatkan kualitas dan kuantitas amal ibadahnya masing-masing,” jelas Ustaz. Ia juga memaparkan tujuan sebenarnya berpuasa di bulan Ramadhan adalah agar umat Islam yang menjalankannya memperoleh derajat ketaqwaan. Kegiatan ditutup dengan doa yang mengharukan. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %02 %452 %2016 %09:%Jun

BEM STT NF Bangun Ukhuwah Tiada Henti

Ukhuwah atau persaudaraan adalah hal terpenting dalam sebuah organisasi. Dengan ukhuwah kita bisa saling mengenal satu sama lain, mengetahui kelebihan dan kekurangan satu sama lain, berbagi tugas dan program yang dicanangkan dalam organisasi agar dapat dilaksanakan bersama.

Menyadari pentingnya ukhuwah dalam organisasi, Biro Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa BEM STT NF mengajak seluruh pengurus periode 2016 untuk bersama-sama meningkatkan rasa persaudaraan. Caranya, mengadakan kegiatan bertajuk BUKTI (Bangun Ukhuwah Tiada Henti).

Hamdani, Ketua Biro PSDM BEM STT NF, menjelaskan: “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan rasa saling mengenal, saling memahami, saling memiliki antar pengurus dengan BEM. Hal itu sangat penting dalam suatu perjalanan organisasi, agar membuahkan totalitas dalam berorganisasi.”

Kegiatan ini merupakan program unggulan BEM STT NF yang dilaksanakan pada hari Sabtu-Ahad (21-22 Mei 2016). Kegiatan berlangsung di dua tempat berbeda, yakni di Kampus B STT NF dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sesi pertama dimulai Sabtu pukul 16.00 di Kampus B STT NF dengan permainan yang melatih kekompakan pengurus. Games berakhir pada pukul 18.00 dan dilanjutkan dengan ishoma. Sesi kedua dilanjutkan pukul 20.00, berupa evaluasi BEM STT NF selama empat bulan terakhir. Dalam sesi ini dibahas kendala yang dihadapi selama menjalani program dan bagaimana strategi untuk menghadapi kendala tersebut. Evaluasi selesai pukul 23.00, dilanjutkan istirahat.

Hari kedua, usai shalat Subuh berjamaah, dilakukan persiapan menuju TMII. Peserta BUKTI dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok diberi peta dan ongkos untuk naik angkutan kota. Hamdani menjelaskan, “Peserta dibagi per kelompok agar semakin mengenal teman-teman satu kelompok. Mereka berbagi ide untuk memecahkan masalah dari lokasi keberangkatan hingga tujuan. Selama perjalanan terdapat pos-pos yang harus dilalui setiap kelompok agar bisa sampai ke tujuan.”

Setelah sampai lokasi tujuan para peserta diarahkan masuk ke suatu tempat dalam TMII untuk diberi tantangan selanjutnya. Setelah sampai di lokasi tersebut, para peserta diberi tugas dalam kelompok, yakni mengunjungi setiap anjungan yang ditetapkan. Pada tiap anjungan yang dikunjungi terdapat tantangan yang harus dilewati.

Sebelum ditutup, pengumuman predikat pengurus terbaik dan divisi terbaik BEM STT NF. Pengurus terbaik BEM STT NF untuk bulan Februari diberikan kepada Muhammad Hamzah Nasirullah Kamsanur (Ketua Biro Media BEM STT NF), dan pengurus terbaik BEM STT NF bulan Maret adalah Muhammad Dzaki Mahfudz Hamadah (Staff Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa). Untuk predikat divisi terbaik diberikan kepada Kementerian Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) BEM STT NF.

Acara ditutup dengan pernyataan Presiden BEM STT NF 2016, Perdiansyah Ramadan. “Kita telah melakukan evaluasi bersama dan menjalani semua tantangan secara bersama-sama pula. Sekarang saatnya kita merealisasikan program BEM STT NF dengan semangat kebersamaan,” ujar Perdi. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %02 %439 %2016 %09:%Jun

STT NF Menyambut Ramadhan

Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Apakah kita telah brsiap menyambut kehadiran tamu agung itu? Sebagai Muslim yang baik selayaknya kita menyambut bulan penuh berkah dengan rasa suka cita, karena pada bulan yang mulia itu terdapat malam yang lebih baik dari pada seribu bulan.

Lembaga Dakwah Kampus SENADA STT NF melaksanakan kegiatan Tarhib Ramadhan 1437 H sebagai salah satu rangkaian kegiatan Kafilah Ramadhan. Syaiful Ramadhan selaku Ketua Pelaksana menjelaskan, “Kegiatan ini dibuat untuk mempererat ukhuwah dan rasa kekeluargaan antar mahasiswa STT NF dan mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.”

Tarhib dilaksanakan pada hari Kamis (26/5) di auditorium Kampus B STT NF. Tarhib Ramadhan kali ini mengangkat tema “Mencari untung di bulan yang penuh berkah”. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Dhani Fitriansyah (SI2015). Kemudian dilanjutkan sambutan Ketua STT NF, Drs. Rusmanto MM. Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa, “Agar membuat acara ini berkesan dan bermanfaat, walaupun konsepnya sederhana dan tidak mengurangi inti dari tarhib Ramadhan.”

Usai sambutan, Ketua STT NF membuka dan meresmikan Kafilah Ramadhan yang akan dilaksanakan mahasiswa STT NF dalam waktu satu bulan. Acara dilanjutkan penyampaian materi dari Ust. Fatchuri Rosyidi (alumni Universitas Indonesia). Pembicaa menekankan urgensi puasa di bulan Ramadhan. “Puasa diwajibkan kepada orang yang beriman. Hanya orang yang beriman, bukan sekadar berislam. Karena inti dari berpuasa itu sendiri adalah menempa diri agar menjadi orang yang bertakwa,” ujar ustaz Fatchuri.

Selanjutnya pembicara memaparkan manfaat puasa, secara fisik antara lain meningkatkan kemampuan otak, menjaga kesehatan jantung, menghaluskan kulit, meringankan sistem pencernaan, menjaga kesehatan ginjal, dan mengeluarkan racun dalam tubuh. “Manfaat puasa bagi jiwa kita adalah melatih kesabaran, kejujuran, serta mendapat kesempatan untuk meraih pahala dan mendekatkan diri pada Allah,” papar Ustaz.

Sebelum ditutup, acara diselingi doa bersama agar para mahasiswa dilancarkan saat melaksanakan ujian akhir semester. Acara ditutup dengan buka bersama puasa sunah Senin-Kamis. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %02 %125 %2016 %02:%Jun

UKM Futsal STT NF Raih Gelar Runner Up

Sebelum pelaksanaan ujian akhir semester, anggota UKM Futsal STT NF mengikuti kompetisi dalam Pekan Olahraga dan Seni Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (23/5) lalu di lapangan futsal Fikes Uhamka, Rebo Jakarta Timur.

Tim yang bertanding dalam kompetisi berasal dari internal UHAMKA dan tim eksternal yang berasal dari kampus lain, salah satunya adalah tim Nurul Fikri All Star (NFA) STT NF. Tim NFA membawa 10 orang pemain, yaitu Abdul Rozak (TI/13), Parid Aryadi (SI/13), Wildan Haritsah (TI/13), Gigih Prayogo (TI/13), Muhammad Dani Permadi (TI/15), Rian (TI/15), Fikri Maulana (TI/15), Muhammad Rosul (TI/13).

Dalam pertandingan pertama tim NFA berhadapan dengan tim tuan rumah, yaitu FIKES UHAMKA II dan NFA berhasil memenangkan pertandingan dengan skor meyakinkan 6-1. Pertandingan selanjutnya melawan tim dari Fakultas Teknik UHAMKA atau yang disebut dengan Tim FUNASTEK yang berakhir imbang 2-2. Setelah pertandingan kedua ini NFA menumpulkan 4 poin dari hasil dua pertandingan. Berkat raihan poin tersebut NFA berhasil menjadi Juara grup dan lolos ke babak selanjutnya, yaitu semi final.

Kompetisi ini dilaksanakan dalam satu hari, mulai dari pukul 09.00 pagi sampai pertandingan final dilaksanakan pukul 21.00 malam. Perjuangan tim NFA tidak sia-sia, akhirnya NFA berhasil lolos ke partai puncak pada gelaran Porseni FIKES UHAMKA.

Namun, sayang di partai final NFA harus mengakui keunggulan tim tuan rumah dengan selisih skor tipis: 1-2. Hasil ini menempatkan NFA sebagai Runner Up pada ajang yang digelar oleh Fikes Uhamka.

“Meski tidak berhasil menjadi kampiun pada ajang ini, perjuangan mereka perlu diapresiasi. Ini merupakan kali pertama bagi NFA berhasil melaju hingga partai puncak dalam kompetisi yang pernah diikuti. Berkat usaha dan kerja keras mahasiswa bukan tidak mungkin gelar juara hanya tinggal menunggu waktu saja,”ujar David Wismanindra, dari Bagian Kemahasiswaan STT NF. (Ratih Septia Giri)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %01 %216 %2016 %04:%Jun

Pejuang Kafillah Ramadhan

Ramadhan adalah bulan suci penuh ampunan. Bulan yang ditunggu oleh seluruh umat Islam, karena di dalam bulan tersebut terdapat banyak kemuliaan. LDK Senada STT NF merupakan organisasi yang bergerak di bidang keagamaan, menyampaikan risalah ke seluruh pihak, terutama kalangan mahasiswa dan sivitas akademika.

Agenda bulan Ramadhan merupakan acara besar yang diadakan setiap tahun. Pada tahun ini telah terbentuk panitia Ramadhan dengan nama Kafillah Ramadhan, dipimpin Saiful.

Pada Jum’at (13/5) di kampus B STT NF diadakan rapat panitia Kafillah Ramadhan yang pertama kali. Sebelumnya telah dilaksanakan rekrutmen terbuka bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi menjadi panitia di bulan Ramadhan.

Rapat perdana dihadiri sekitar 30 mahasiswa yang menjadi panitia inti. Pelaksana tidak hanya dari organisasi LDK, tapi melibatkan seluruh mahasiswa STT NF yang mau berkontribusi menjalankan kegiatan besar di bulan suci.

Banyak kegiatan yang rencana akan dijalankan pada Ramadhan tahun ini. “Acara beragam, mulai dari Tarhib Ramadhan, seminar, workshop, santunan anak yatim, pesantren kilat, ta’jil on the road, dan bazar. Masih banyak lagi kegiatan dan kajian pada Ramadhan mendatang,” ungkap Saiful selaku penanggung jawab. (Suranto)

Published in Pojok Mahasiswa