Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk berkontribusi untuk negeri. Pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan elemen dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuannya adalah sebagai kontribusi dosen kepada masyarakat dan wahana pembelajaran mahasiswa/i STT-NF dan sudah difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STT-NF.

Telah berlangsung empat kali pengabdian kepada masyarakat:
1. Pada tanggal 25 Oktober 2019 dengan topik "Implementasi Hotspot dan Userman di MikroTik" di SMK Harapan Bangsa oleh April Rustianto, M.T, CCIE beserta tim mahasiswa.
2. Pada tanggal 2 November 2019 dengan topik "Desain Grafis Adobe Ilustrator" di SMK Assalam oleh Hilmy Abidzar Tawakal, ST., M.Kom beserta tim mahasiswa.
3. Pada tanggal 9 November 2019 dengan topik "Pelatihan Pemrograman IoT Bagi Pemula" di Masjid Nurul Fikri oleh Dr. Lukman Rosyidi, M.M., M.T. untuk mahasiswa STT-NF.
4. Pada tanggal 23 November 2019 dengan topik "Workshop Administrasi Jaringan Dengan Mikrotik" di SMK Assalam oleh April Rustianto, M.T, CCIE beserta tim mahasiswa.
5. Pada tanggal 13 Desember 2019 dengan topik “Pelatihan Literasi Digital untuk Usia Remaja” di Masjid Nurul Fikri oleh Yekti Wirani, M.T.I beserta tim mahasiswa.
6. Pada tanggal 21 Desember 2019 dengan topik “Pengenalan Business Model Canvas dan Pengelolaan Target dengan Trello” di Kampus A STT-NF oleh Reza Aldiansyah, S.T., M.T.I. beserta tim mahasiswa.

Harapan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat dosen STT-NF ini agar ilmu yang disampaikan dapat bermanfaat bagi peserta yang hadir dan Dosen STT-NF beserta tim Mahasiswa bisa berkontribusi dengan baik.

Published in Kegiatan Kampus

Tiga dosen Universitas Indonesia bersama dengan dosen STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Ahmad Rio Adriansyah, M.Si., Sirojul Munir, S.Si., M.Kom., beserta Dr.Eng.Radon Dhelika, B.Eng.,M.Eng melakukan kerja sama dalam rangka memenuhi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Masyarakat. Dalam kerjasamanya ini, para dosen dengan dibantu oleh mahasiswa dari kedua perguruan tinggi tersebut membuat sebuah mesin pencacah untuk meningkatkan penghasilan bank sampah. Rencananya mesin pencacah ini akan diaplikasikan di bank sampah induk daerah Beiji, Depok.

Sesuai namanya, mesin pencacah berfungsi untuk mengubah sampah plastik menjadi plastik cacah atau yang lebih dikenal dengan istilah Daunan. Meski mesin ini dapat mencacah berbagai jenis sampah, namun dalam program hibah ini mesin difokuskan untuk mencacah sampah plastik terlebih dahulu, terutama plastik keras. Tak hanya menghemat kerja dengan mencacah plastik menjadi partikel yang lebih kecil ternyata mesin ini juga mampu menambah pundi-pundi rupiah bank sampah, pasalnya sampah plastik yang telah dicacah memiliki harga jual yang lebih tinggi dibanding sampah plastik utuh. Tentu ini bukan keuntungan yang main-main jika mesin pencacah diaplikasikan pada bank sampah induk yang menampung puluhan hingga ratusan kilo sampah. Dampaknya lanjutnya, jika bank sampah induk makmur dari keuntungan ini maka bank sampah unit pun dapat merasakan imbas dari manisnya mencacah sampah plastik.

Lebih dari membuat sebuah mesin, ternyata dalam program kerjasama yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM Dikti) ini para dosen membuat pula sebuah aplikasi web yang diperuntukan untuk bank sampah induk, bank sampah unit serta nasabah bank sampah dalam melakukan transaksi. Dengan adanya aplikasi ini, nasabah menjadi lebih mudah melihat saldo tabungan serta lebih mudah pula menemukan bank sampah terdekat. Sedangkan untuk bank sampah, laporan tak perlu lagi menggunakan kertas. Sehingga selain sebagai penyalur sampah, bank sampah juga berperan sebagai agen ‘anti sampah’ karena mengurangi limbah lingkungan karena operasinya yang paperless. “Aplikasinya masih dalam tahap pengembangan. Jadi Fitur-fiturnya masih kami kembangkan. Walaupun aplikasi ini bisa digunakan oleh bank sampah manapun, namun untuk tahap awal kami fokuskan dulu di daerah Tugu, setelah itu baru bisa diperluas bahkan sampai luar Depok” Tegas pak Rio, salah satu pengembang.

Proyek yang berlangsung sejak Maret ini, rencananya selesai di akhir tahun dan produk yang dihasilkan bisa segera digunakan di tahun 2019. Adapun aplikasi web ini dapat diakses di jangkarsampah.id. “Dengan proyek ini, moga-moga penghasilan bank sampah bisa naik, pengelola dan nasabahnya jadi makmur, dan semoga makin banyak yang tertarik jadi nasabah. Yang imbasnya secara tidak langsung membuat lingkungan kita menjadi lebih bersih” harap pak Rio.

Published in Kegiatan Kampus

Seminar Rembulan (Rembukan Ilmiah Tiap Bulan) merupakan acara rutin yang dilaksanakan oleh LPPM (Lembaga Penelitian  dan Pemberdayaan Masyarakat) STT Terpadu Nurul Fikri di setiap bulannya. Pada hari Senin 26 November 2018 silam, seminar Rembulan yang ke-6 kembali diadakan di Kampus B STT-NF tepatnya di ruang B2-205 sejak pukul 10.00 hingga 12.30 WIB. Pembicara Seminar Rembulan kali ini adalah Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom dengan tema “Tips dan Trik Lolos Proposal Hibah”. Beliau merupakan Direktur pasca sarjana Universitas Sahid dan juga seorang analisa data riset. Acara ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh Lukman Rosyidi, ST, M.M., MT selaku ketua STT Terpadu Nurul Fikri serta para dosen, mahasiswa dan peserta dari kalangan lainnya

Rangkaian acara dibuka dengan pembukaan oleh MC yang merupakan salah satu mahasiswi STT-NF yaitu Kuati Septiani dan dilanjutkan dengan tilawah oleh Zulkifli, mahasiswa angkatan 2018. Kemudian acara dilanjutkan dengan beberapa sambutan diantaranya sambutan dari Ketua LPPM STT-NF Hilmy Abizar Tawakal, ST., M.Kom dan ketua STT-NF Lukman Rosyidi, ST, M.M., MT serta diakhiri dengan sesi tanya jawab sebagai pamungkas dari acara bertemakan kependidikan ini.

Seminar rembulan kali ini seharusnya dijadikan dua sesi, sesi pertama untuk dosen dan sesi kedua khusus untuk mahasiswa tetapi dengan alasan tertentu, acara ini hanya dapat berlangsung satu sesi saja. “Sebagai mahasiswa tentunya kita berharap sesi kedua khusus mahasiswa dapat terlaksana, karena sesi pertama bahasannya cukup berat sehingga kita tak sepenuhnya memahami. Saya berharap seminar Rembulan berikutnya bisa mengusung tema ini lagi khusus untuk mahasiswa” ujar Kuati Septiani selaku mahasiswi serta MC pada acara tersebut.

           

Published in Kegiatan Kampus